Asuhan Keperawatan Fraktur Mandibula Pdf. Oct 05, 2010 KUMPULAN ASUHAN KEPERAWATAN. 27 Oktober 2010. Asuhan Keperawatan Pada Fraktur. Sebagian besar fraktur memerlukan penopang dan fiksasi selama proses pe- nyembuhan shg keterlambatan penyembuhan disebabkan oleh penggunaan alat bantu yang kurang tepat.
Jul 7, 2014 - This article describes the steps involved in updating the firmware of the Huawei e5776s-32 4G Router. The necessary update files for. But could never work it out either. I've sold my e5776 now, so can't try any more! Huawei E5776 drivers are tiny programs that enable your memory card hardware to communicate with your operating system software. Maintaining updated. Stock firmware for Huawei E5776 Questions and Answers. Back to the old EE firmware in English or update it to stock firmware if available. Today, I am sharing the download link of all types of firmware and software update which is related to Huawei E5776 WiFi MiFi router. From now all firmware. Apr 10, 2018 - Above all firmware download links are collected from the internet. Wrong or corrupt firmware may harm your device. So, before updating the. Huawei e5776 firmware update.
DIAGNOSA KEPERAWATAN | RASIONAL | ||
1. | Potensial terjadinya syok sehubungan dengan perdarah-an yang banyak | INDENPENDEN: ·Mengkaji sumber, lokasi, dan banyak- nya per darahan ·Memberikan posisi supinasi KOLABORASI: ·Pemberian obat koagulan sia (vit.K, Adona) dan peng- hentian perdarahan dengan fiksasi. ·Pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht) | ·Untuk mengetahui tanda-tanda syok sedini mungkin ·Untuk mengurangi per darahan dan mencegah ke-kurangan darah ke otak. (mengganti cairan yang hilang) ·Pemberian cairan per infus. ·Membantu proses pem-bekuan darah dan untuk meng hentikan perdarahan. ·Untuk mengetahui kadar Hb, Ht apakah perlu transfusi atau tidak. |
2. | Gangguan rasa nyaman: Nyeri berhubungan dengan perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemas | INDEPENDEN: ·Mengkaji karakteristik nyeri : lokasi, durasi, inten-sitas nyeri dengan meng-gunakan skala nyeri (0-10) ·Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka. ·Menjelaskan seluruh pro-sedur di atas ·Pemberian obat-obatan analgesik | ·Untuk mengetahui ting-kat rasa nyeri sehingga dapat menentukan jenis tindak annya. ·Mencegah pergeseran tu-lang dan pe- nekanan pada jaring- an yang luka. ·Peningkatan vena return, menurunkan edem, dan me- ngurangi nyeri. ·Untuk mempersiapkan men-tal serta agar pasien ber-partisipasi pada setiap tin-dakan yang akan dilakukan. ·Mengurangi rasa nyeri |
3. | Potensial infeksi berhubungan dengan luka terbuka. | INDEPENDEN: ·Kaji keadaan luka (konti-nuitas dari kulit) terhadap ada- nya: edema, rubor, kalor, dolor, fungsi laesa. ·Anjurkan pasien untuk tidak memegang bagian yang luka. ·Mewaspadai adanya keluhan nyeri mendadak, keterba-tasan gerak, edema lokal, eritema pada daerah luka. KOLABORASI: ·antibiotika dan TT (Toksoid Tetanus) | ·Untuk mengetahui tanda-tanda infeksi. ·Mencegah kontaminasi dan kemungkinan infeksi silang. ·Merupakan indikasi adanya osteomilitis. ·Lekosit yang meningkat artinya sudah terjadi proses infeksi ·Untuk mencegah kelan-jutan terjadinya infeksi. dan pencegah an tetanus. ·Mempercepat proses pe-nyembuhan luka dan dan penyegahan peningkatan infeksi. |
4. | Gangguan aktivitas b/d kerusakan neuro, muskulerskeletal. | INDEPENDEN: ·Kaji tingkat im- mobilisasi yang disebabkan oleh edema dan persepsi pasien tentang immobilisasi ter- sebut. ·Mendorong parti- sipasi dalam aktivitas rekreasi (menonton TV, membaca kora, dll ). · ·Menganjurkan pasien untuk melakukan latihan pasif dan aktif pada yang cedera maupun yang tidak. · ·Auskultasi bising usus, monitor kebiasaan elimi-nasi dan menganjurkan agar b.a.b. teratur. ·Memberikan diit tinggi protein , vitamin , dan mi- neral. KOLABORASI : | ·Pasien akan mem- batasi gerak karena salah persepsi (persepsi tidak proporsi-onal) ·Memberikan kesempatan untuk mengeluarkan energi, memusatkan perhatian, me-ningkatkan perasaan me-ngontrol diri pasien dan membantu dalam mengu-rangi isolasi sosial. ·Meningkatkan aliran darah ke otot dan tulang untuk me- ningkatkan tonus otot, mempertahankan mobilitas sendi, mencegah kontraktur / atropi dan reapsorbsi Ca yang tidak digunakan. ·Meningkatkan kekuatan dan sirkulasi otot, meningkat-kan pasien dalam me- ngontrol situasi, me- ningkatkan kemauan pasien untuk sembuh. ·Bedrest, penggunaan anal-getika dan perubahan diit dapat menyebabkan penu-runan peristaltik usus dan konstipasi. ·Mempercepat proses pe-nyembuhan, mencegah pe-nurunan BB, karena pada immobilisasi biasanya terjadi penurunan BB (20 - 30 lb). |
Kurangnya pengetahuan ttg kondisi, prognosa, dan pengo- batan berhubungan dengan tidak familier dengan sumber in- formasi. | INDEPENDEN: ·Menjelaskan tentang ke-lainan yg muncul prognosa, dan harapan yang akan datang. ·Memberikan dukung an cara-cara mobili- sasi dan ambulasi sebagaimana yang dianjurkan oleh bagi- an fisioterapi. ·Memilah-milah aktif- itas yang bisa mandiri dan yang harus dibantu. ·Mengidentifikasi pe- layanan umum yang tersedia seperti team rehabilitasi, perawat keluarga (home care) | ·Pasien mengetahui kondisi saat ini dan hari depan sehingga pasien dapat menentu kan pilihan. ·Sebagian besar fraktur memerlukan penopang dan fiksasi selama proses pe- nyembuhan sehingga keterlambatan pe- nyembuhan disebab- kan oleh penggunaan alat bantu yang kurang tepat. ·Mengorganisasikan kegiatan yang diperlu kan dan siapa yang perlu menolongnya. (apakah fisioterapi, perawat atau ke- luarga). ·Membantu meng- fasilitaskan perawa- tan mandiri memberi support untuk man- diri. ·Penyembuhan fraktur tulang kemungkinan lama (kurang lebih 1 tahun) sehingga perlu disiapkan untuk perencanaan perawatan lanjutan dan pasien koopratif. |
FAJAR TRI JATMIKO, NIM. A01301749 (2017)ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN PADA SDR. E DI RUANG INAYAH RS PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG. Karya Tulis Ilmiah thesis, STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG.
| Text FAJAR TRI JATMIKO NIM. A01301749.pdf Download (3MB) Preview |
Background: From all fractures in the facial area about two-thirds are mandibular fractures. Clients suffering from mandibular fractures have a problem of basic human needs are acute pain associated with physical injury agents Objective: to describe nursing care of fulfilling secure and comfort needs to Mr. E in Inayah Ward, PKU Muhammadiyah Hospital of Gombong. Results: The nursing diagnoses were acute pain associated with physical injury agents and self-care deficits associated with weakness. Nursing Treatment: Nursing actions performed by nurses that assess pain in a comprehensive manner, including the location, characteristics, frequency, quality and precipitation factors, Teach and encourage the management of pain (relaxation breath in), monitor vital signs and general state of the client, keep the immobilization on the sick, collaboration with doctor of analgesics and implement treatment programs doctor, assess client personal hygiene, help clients to meet the needs of personal hygiene, help clients ADL fulfillment. Evaluation: The evaluation results indicate acute pain associated with physical injury unresolved agent and self-care deficits associated with weakness partially resolved.
| Item Type: | Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Additional Information: | Fajar Agung Nugroho, MNS |
| Uncontrolled Keywords: | nursing care, secure and comfort need, mandibular fractures ; rasa aman dan nyaman, fraktur mandibula, asuhan keperawatan |
| Subjects: | DIII Keperawatan |
| Depositing User: | DWI SUNDARIYATI S.I.Pust |
| Date Deposited: | 13 Dec 2017 07:47 |
| Last Modified: | 13 Dec 2017 07:47 |
| URI: | http://elib.stikesmuhgombong.ac.id/id/eprint/669 |
| View Item |